Terdengar suara burung yang berkicauan,
membuat seluruh penghuni rumah di seluruh kompleks Mawar Indah terbangun dari
tidur’a. seorang gadis terbangun dari tidurnya, gadis itu buka jendela kamarnya.
Terlihat pancaran cahaya matahari yang begitu cerah menyinari wajah gadis
tersebut. Setelah membuka jendela kamar, gadis itu langsung bergegas untuk
mandi dan bersiap2 berangkat ke sekolah. gadis itu mangambil handuk di sebelah
kamar mandi yang terletak di kamar nya, gadis itu pun masuk ke dalam kamar
mandi tersebut. 10 menit berlalu akhir’a gadis itu selesai membersihkan tubuh nya
dan segera bersiap2 memakai seragam, sepatu dan menghias wajah dan rambut nya.
5 menit kemudian gadis itu siap semuanya, dia sudah memakai seragam sekolah
dengan rapih tak lupa sepatu dan tas, lalu rambut panjangnya dia biarkan
terurai. (Oh ya perkenalkan nama gadis itu SIVIA AZIZAH, dia baru kelas 2 SMA,
umur nya 16 thn, dia bersekolah di SMA HARAPAN BANGSA. Udah kenalkan sama gadis
itu, sekarang dia mau ke ruang makan nie mau sarapan sama mamah dan papah bye,
lanjut cerita!)
Setelah semua siap sivia segera turun
dengan melewati anak2 tangga yang begitu banyak, sivia menghampiri papah mamah nya
yg sudah menunggu di ruang makan. Sivia menyapa mereka dengan senyuman manis.
“pagi mah, pah.” Sapa ku menghampiri mereka
dengan memberikan ciuman yg penuh kasih sayang di kening kedua orang tua ku.
“pagi juga sayang” jawab papah yg juga
membalas ciuman di kening ku
“pagi sayang” begitu pula mamah
“vi, kamu nanti berangkat sekolah bareng
siapa?” Tanya papah
“gak tau, biasanya Gabriel jemput aku. Tp
dy gak ngabarin apa2.” Jawab ku sambil mengoleskan selai pada roti tawar.
“oh kalo gitu nnti kamu bareng papah saja,
kebetulan kantor papah kan
sama sekolah kamu satu arah” kata papah lagi
“ok deh” jawab ku singkat
(oh ya lupa penasaran yah Gabriel siapa.
Gabriel itu sahabat aku dari kecil, p’tama kali aku kenal dya saat dya pindah
di daerah komplek rumah aku, kebetulan rumah baru dya beda satu komplek sama
rumah ku. Jd aku sering main sama dya, maka’a kita sahabatan sudah lama banget.
Sampai saat ini kita selalu 1 sekolah dan 1 kelasJ, lanjut).
Aku, mamah, dan papah menghabiskan sarapan
yang sudah disediakan. Hingga waktu menunjukkan pukul 06.15 papah mengajak ku
segera berangkat sekolah.
“ayo sayang kita berangkat sekarang, nanti
kamu takut telat lagi” kata papah yg telah selesai sarapan
“oh ia pah, nnti dulu ini susu’a tanggung”
aku buru2 minum susu itu
“yuk pah” kata ku lagi
Aku, papah, menuju depan pintu rumah, mamah
mengantarkan kita kedepan pintu.
“mah aku berangkat yah, assalamuallaikum”
pamit ku sambil mencium tangan mamah “ia walaikumsallam, hati2 yah” jawab mamah
“(aku dan papah hanya membalas’a dengan
senyuman)”
Papah menggas mobil’a menuju sekolah ku.
15 menit kemudian aku sampai di depan gerbang
sekolah ku. Ku keluar dari mobil.
“dah papah” kata ku pada papah
“dah sayang” balas papah sambil melambaikan
tangan dan tersenyum
Papah menggas mobil’a menuju kantor. Aku
pun masuk ke dalam kelas.
Saat di dalam kelas aku langsung
menghampiri Gabriel.
“eh gab, kok tadi gak nyamper aku sih” kata
sivia menghampiri Gabriel sambil menaruh tas nya di meja samping Gabriel duduk
“maav vi, td aku buru2. aku lupa. Maav juga
gak ngabarin kamu?” jawab Gabriel yg td’a sedang asik baca buku.
“oh yaudah gpp. Belajar apa tuh?” sivia
mengalihkan pembicaraan pada Gabriel
“ohh ini pelajaran IPS” balas’a dengan
senyuman yg manis
“ohh..” kata sivia singkat
“tettt…tettt…” bel tanda pelajaran di
mulai.
Pak dave masuk ke kelas, dia itu guru b,Indonesia .
Ketika pak dave menjelaskan. Tbtb kepala sivia terasa pusing banget, melihat ke
papan tulis aja kaya yg muter.
‘aduh kenapa ini’ batin sivia sambil
memegangkan kepala nya
“kamu kenapa vi?” Tanya Gabriel yg t’nyata
dri tdi memperhatikan sivia yg sangat gelisah
“ohh engga gab engga apa-apa kok?” jawab sivia
dengan berbohong
“yakin kamu gpp, tp kok kamu pucet sih!
Kamu belum sarapan yah” Gabriel masih gak percaya sama jawaban sivia
“udah kok” kata sivia singkat.
Tb2 pak dave menegor Gabriel yg dri tdi
berisik nanya2 sama sivia
“gabriel ngapain kamu?” pak dave menegor
Gabriel yg sedang melihat kea rah sivia
“engga pak, maav td saya liat via, soal’a
muka dy pucet pak, saya takut dy sakit.” Jelas Gabriel sedikit kaget
“bener kamu sakit vi?” Tanya pak dave pada sivia
“e…engga pak?” jawab sivia berbohong
‘aduhhh pusing banget’ batin sivia lagi
“mana iel via gak apapa kok?” pak dave
memarahi Gabriel, seolah menyalahkan Gabriel
Tiba..tiba..
Gubrakk..
Tubuh sivia terjatuh dari kursi yg dya
tempati, sivia tergeletak di lantai.
“viaaa….” Teriak Gabriel kaget dan langsung
mengangkat tubuh sivia. Tubuh sivia di rangkul sama Gabriel
“tuh kan
pak saya bilang juga apa?” Gabriel kali ini menyalahkan pak dave
“ya sudah bawa via ke ruang UKS” perintah
pak dave
Gabriel menggendong tubuh sivia ke ruangan
UKS.
Sesampai di ruang UKS Gabriel menaruh tubuh
sivia di atas kasur yg tersedia disana. Gabriel menunggu sivia sampai sivia sadar,
dan akhirnya 10 menit kemudian sivia sadar dan bingung kenapa ada di UKS.
‘dimana aku?” Tanya sivia
“vi kamu udah sadar! Kamu di UKS td kamu
pingsan.” Jelas Gabriel
“ohh kamu yg bawa aku ke sini iel?” Tanya sivia
lagi
“ia vi, oh ya aku anter kamu pulang
sekarang yuk. Soal’a kata pak dave kalo kamu udah sadar langsung di suruh
plng?” kata Gabriel
“makasih ya iel, udah Bantu aku.” Jawab sivia
dan mengucapkan terima kasih pada iel
“ia sama2 vi, sekarang kita pulang yah”
kata iel lagi
“(sivia hanya membalas dengan anggukan dan
senyuman)”
Iel memapah sivia sampai parkiran. Sampai
di parkiran iel membukakan pintunya dan membantu sivia masuk ke dalam mobil
itu. Setelah itu iel juga masuk dan menyalakan mobilnya.
Tak lama kemudian kita pun sampai di rumah.
Iel membukakan pintu yg ada di samping sivia. Iel memapah sivia lagi, sampai di
pintu masuk iel menyalakan bell yg ada di sana .
Tak lama mamah keluar. Mamah terlihat sangat kaget saat melihat sivia yg pucat
dan lemah itu.
“ya ampun via, kenapa via iel” Tanya mamah
pada Gabriel sambil membantu memapah sivia masuk
“ya nanti iel certain sekarang bawa via
masuk dulu aja tante kasian udah lemes banget”
Kata Gabriel pada mamah
“oh ya sudah langsung bawa via ke kamarnya
aja” perintah mamah
Iel dan mamah memapah sivia sampai ke
kamar. sivia di baringkan di kasur yg ada di kamar sivia. Mamah bertanya lagi
pada iel
“via kenapa iel, ayo cerita sama tante?”
Tanya mamah dengan penasaran
“jd tadi pas pelajaran pertama aku melihat
via megang kepalanya. Trus aku tnya dy malah jawab gpp. Pas aku di tegor pak
dave, aku bilang kalo via sakit. Trus pak dave nanya ke via bener dya sakit.
Via malah jawab engga. Tiba2 via langsung jatuh dan terbaring di lantai. Gitu
tante” jelas iel panjang lebar
“kalo gitu tante telfon dokter dulu ya iel,
kamu jagain via dulu” perintah mamah pada iel
“ia tante..” jawab iel
Mamah keluar dari kamar sivia dan langsung
menelfon dokter. 15 menit kemudian dokter itu datang dan segera memeriksa sivia.
“bagaimana dok keadaan anak saya” Tanya
mamah panik
“anak ibu hanya kecapean saja, dianjurkan
biarkan dya istirahat dirumah selama 3 hari ya bu!” jelas dokter
“oh baik dok.” Jawab mamah
“ini resepnya, saya tinggal ya bu?” pamit
dokter itu
“ia dok makasih ya, mari saya antar” kata
mamah
Mamah datang lagi membawakan semangkok
bubur ayam dengan air putih.
“iel via udah sadar?” Tanya mamah pada
Gabriel
“belom tante” jawab iel singkat
“kalo gitu tante titip via yah, nanti kalo
udah sadar suruh makan bubur ini sampai habis. Tante mau ke rumah sakit dulu
beli resep obatnya” jelas mamah pada iel
“baik tante” jawab iel singkat
Mamah pun keluar dari kamar sivia menuju
rumah sakit.
5 menit kemudian sivia siuman. Sivia
melihat Gabriel yg sedang memainkan hp’a.
“Gabriel?” panggil sivia
“vi, udah sadar!”
“aku dimana?” Tanya sivia
“masa gak tau, ini kamar kamu sendiri vi.
Oh ya kita makan buburnya dulu yuk. Nanti kamu harus minum obat.” Iel mengambil
bubur yg terletak di meja samping via tidur.
“aku gak mau makan iel” bantah sivia
“kamu harus makan vi, kalo engga kamu makin
sakit. Sini aku suapin,,mau yah demi aku ok” kata Gabriel memaksa sivia untuk
makan
“(sivia hanya menjawab dengan anggukan)”
Iel menyuapi sivia makan bubur. Sampai
akhirnya bubur itu habis. Mamah datang membawakan obat, mamah melihat via yg
sudah sadar sangat senang.
“iel nie obatnya..” mamah memberikan obat
itu pada iel
“mamah tinggal dulu yah sayang, oh ya iel
td mamah kamu nelfon tante, katanya kamu jam 5 harus udah pulang” kata mamah
pada iel
“ia tante makasih” jawab iel
Iel memberiku obat yg mamah beli tadi.
Hari sudah mulai gelap, matahari sudah
mulai tenggelam. Iel berpamitan pulang pada sivia dan mamah.
“vi aku plng dulu yah” amit iel pada sivia
“ia iel, makasih yah udh Bantu aku” sivia
berterima kasih pada iel
“ia sama2 itu lah gunanya sahabat vi” jawab
iel dengan tersenyum manis
“(sivia pun membalasnya dengan senyuman)”
“dah via…”
“dah …”
Iel pun pulang ke rumah nya ..
Keesokan
harinya sivia gak masuk sekolah karena di duruh istirahat di rumah selama 3
hari huft pasti bosen bnget. Pagi-pagi ini iel udah berangkat ke sekolah, ia
merasa sepi sekali karna gak ada sivia yg duduk di samping nya. Hari ini dan
besok iel duduk sendiri. Di sekolah terlihat anak2 sangat berisik dan ribut.
Kata’a ada anak baru yg bakalan masuk kelas sivia dan iel. Anak baru itu
pindahan dari bandung
dia itu ternyata perempuan. Pas bel masuk berbunyi pak duta selaku wali kelas
di kelas sivia dan iel masuk dengan seorang gadis cantik berambut panjang itu.
Pak duta menyuruh cewe itu memperkenalkan dirinya pada anak2 sekelas.
“hy semuanya, nama aku ALYSSA SAUFIKA UMARI
kalian panggil aki ify aja biar singkat, aku pindahan dari bandung semoga kalian semua mau berteman sama
aku yah. Kata cewe baru itu. Setelah anak baru itu memperkenalkan diri, pak
duta menyuruh ify cewe baru itu duduk di sebelah Gabriel, sedangkan bangku yg
di sebelah Gabriel itu adalah tempat duduk sivia. Gabriel membantah perintah pak
duta.
“tapi pak ini kan kursinya sivia” Gabriel bangkit dari
kursinya terlihat ia tidak suka kalo kursi sivia di tempati oleh orang lain
“kalo gitu sekarang kemana sivianya?” Tanya
pak duta pada Gabriel
“sivia sedang sakit pak, besok juga dya
masuk kok!” jawab Gabriel
“ya sudah sementara hari ini biar ify duduk
dulu sama kamu, ayo ify kamu duduk di sebelah Gabriel” pak duta tetap menyuruh
ify duduk di sebelah Gabriel.
Gabriel langsung duduk kembali terlihat
sangat kesal sama sikap pak duta.
Ify berjalan melewati barisan2 kursi menuju
kursi yg ada di samping Gabriel. sampai di samping kursi itu ify duduk dan
langsung perkenalkan dirinya pada Gabriel sambil mengulurkan tangan’a.
“hai aku ify nama kamu siapa?” kata ify yg
memperkenalan dirinya sambil menjulurkan tangannya kea rah Gabriel.
“ia aku tau kamu ify, kan kamu udah tau siapa aku. Tadi kan udah di kasih tau
pak duta nama aku Gabriel.” Jwab Gabriel agak kesal tanpa membalas uluran
tangan ify
“oh ia maav” ify terlihat sangat kecewa.
Saat istirahat tiba Gabriel meminta maav
pada ify atas sikapnya yg tadi pagi. Sebagai tanda maavnya Gabriel mengajak ify
pulang sekolah bareng nanti. Kebetulan rumah mereka 1 arah. Ketika bel tanda
pulang di bunyikan, ify dan Gabriel berjalan menuju parkiran mobil. Tiba2 seorang
wanita yg begitu centil dan genit itu menghampiri Gabriel, ia mengajak Gabriel
pulang bareng. Namun Gabriel membantahnya dan tak ingin pulang bareng dengan
cewe itu, cewe itu namanya angel. Gabriel dan ify pun menuju parkiran mobil,
sesampai di parkiran mereka berdua masuk ke dalam mobil tersebut lalu Gabriel
mluncurkan mobilnya menuju rumah ify. 13 menit berlalu mereka sampai di depan
gerbang rumah ify, ify keluar dari mobilnya lalu melambaikan tangannya pada
Gabriel. Gabriel pun membalasnya dengan lambaian tangan. Gabriel langsung
pulang mneuju rumahnya. Sesampai di rumah Gabriel terlihat sangat gembira, apa
jangan2 gabriel suka sama ify. Begitu pula dengan ify. Gabriel menceritakan
semua kejadian itu pada mamahnya.
Keesokan
harinya sivia masuk ke sekolah, sampai di pintu kelas apa yang sivia lihat. Sivia
melihat seorang cewe yg ga sivia kenal sama sekali berani2nya duduk di bangku sivia.
Sivia merasa kesal sivia menghampiri cewe itu dengan wajah penuh kekesalan.
“eh siapa loe, apa maksud loe duduk di
bangku gue. Minggir2 sekarang loe pindah dari bangku gue”
“kamu sivia yah, kenalin aku ify aku murid
bsaru pindahan dari bandung ”
ify mengulurkan tangannya dan berkenalan dengan sivia. Tp sivia sama sekali gak
mau membalas uluran tangan dya. Gabriel yg melihatnya langsung meleraikan.
“eh udah, vi ini ify. dya murid baru
kemaren pak duta nyuruh dya duduk di sini” jelas Gabriel
“lah terus knapa kamu gak larang sih, ini kan bangku aku” kata sivia
“ia aku tau aku udah larang tapi pak duta
tetep nyuruh ify duduk di sini” jelas Gabriel lagi
“udah2 kalo gitu aku pindah aja duduknya”
ify akhirnya mengalah, ify pun jadi duduk dengan debo
“nah gitu donk” kata sivia dengan kesal
sivia pun langsung duduk di samping
Gabriel.
Bel pelajaran di mulai. Sampai gak kerasa
bel istirahat pun tiba. Sivia dan Gabriel pergi ke kantin ber 2. meraka makan
bakso bersama, tak lama sivia di panggil oleh anak2 basket kalo ada rapat. Sivia
meninggalkan Gabriel di kantin sendirian. Lalu sivia menuju lapangan basket
bersama shilla, agni, dan zevana. Setelah sivia pergi ke lapangan. Ify berjalan
menuju kantin sendirian. Tak sengaja ify bertemu Gabriel yg sedang asyik makan
bakso sendiri, ify nyamperin Gabriel.
“hay gab kok sendirian?” Tanya ify
“gak kok td ada sivia, tp dya lagi ada rapat
basket. Oh iya fy maavin kelakuan sivia ke kamu tdi pagi yah” Gabriel langsung
meminta maav atas perbuatan sivia pada ify
“ia aku udah maavin kok, oh ya aku ke kelas
duluan yah” kata ify
“ia” jawab iel singkat
Saat pulang sekolah Gabriel pulang bersama
sivia, kebetulan katanya sivia mau main kerumah Gabriel. Sesampainya di rumah
Gabriel, Gabriel menceritakan perasaan yg irasakan saat ini sama sivia
sahabatnya itu.
“vi, kayanya aku lagi jatuh cinta deh?”
cerita Gabriel pada sivia
“hah jatuh cinta ?” sivia yg hamper mau
minum jusnya gak jadi grgr denger ucapan sahabatnya itu
“ia” jwab iel singkat
“jatuh cinta sama siapa sih?” Tanya sivia
yg begitu penasaran
“orangnya satu kelas kok sama kita!” jawab
Gabriel
Sivia terlihat sangat penasaran. Ia terus
bertanya2 pada Gabriel
“siapa sih, inisialnya apa?”
“ada deh nanti juga kamu tau?” Gabriel
makin membuat sivia penasaran.
Hari sudah hamper sore, Gabriel
mengantarkan sivia pulang kerumahnya. Sampai di rumah sivia masih penasaran,
siapa yg di sukain sama Gabriel di sekolah.
Keesokan
harinya mereka berdua berangkat bersama. Waktu di sekolah aku sedang sendirian
di taman tiba2 rio, Alvin
dan cakka datang. Mereka itu teman2 sivia di basket. Sivia cerita sama ketiga
cowo itu masalah cewe yg di taksir Gabriel. Tbtb rio menyangka cewe yg di
taksir Gabriel itu sivia. Sivia menjadi salting. Pas pulang sekolah Gabriel
cerita lagi sama sivia, sivia makin penasaran banget. Pas nyampe di rumah,
sivia memikirkan perkataan rio tadi.
“apa bener yang di taksir Gabriel itu aku?”
sivia masih bertanya2 sambil guling2 di atas kasur
“tp gak mungkin!” sivia masih terus
bertanya2
Keesokan harinya lagi kita masuk telat pas nyampe sekolah gerbang udah di kunci. Sivia dan gabrile pun malah pulang ke rumah sivia. Di rumah sivia, mereka maen sepedah bareng, main basket, nah pas mereka lagi main PlayStation sivia nanya lagi sama Gabriel.
“iel ngomong2 kenapa kamu gak ngungkapin perasaan kamu aja ke cewe yg kamu suka itu?” kata sivia
“ahh aku takut vi?” Gabriel kaget
“takut kenapa?” Tanya via yg buat penasaran
“aku takut kalo aku bakalan di tolak!” jawab Gabriel
“hush jangan pesimis dulu, kamu harus optimis kalo kamu pasti bisa, buktiin kalo kamu cowo gentel. Masa cowo idola banyak cewe di sekolah gak berani ungkapin perasaan cintanya sama cewe yg di taksir. Ahh cemen nie” sivia malah ngeledek Gabriel
“siapa yg cemen, ok nanti juga pasti aku bakalan ungkapin perasaan ini sama dya. Liat aja nani vi!” kata Gabriel
Sivia terlihat semakin salting, sivia
bener2 merasa cewe yg akan Gabriel tembak cintanya itu adalah ia dya sendiri.
Keesokan
harinya pas di sekolah angel menyebarkan undangan ulang tahun ke semua anak2
kelas XI di sekolah SMA HARAPAN BANGSA.
“Gabriel,,,,kamu pasti datangkan ke pesta
ulangtahunku nanti malam?” angel memastikan kalo Gabriel cowo yg ia idamankan
akan datang nanti malam di pesta ulang tahunnya.
“ia ngel pasti datang kok” jawab Gabriel
dengan senyumannya
Saat pulang sekolah kali ini Gabriel pulang
bersama ify. Sivia makin kesel sama tingkah ify yg deket2 sama Gabriel. Sivia
pun pulang sendiri.
Malam pun tiba Gabriel ternyata ke pesta
angel datang bersama ify. Sivia masih di rumah sambil di dandani oleh mamahnya.
Tak lama sivia datang ke pesta ulang tahun angel. semua orang tertuju pada
kedatangan sivia. Kali ini sivia tampil sangat beda. Lebih anggun, elegan, dan
feminism karna apa sivia tampil lebih feminism karna sivia yakin kalo Gabriel
akan mengungkapkan perasaannya mala ini. Sivia menghampiri angel. engel sangat
kaget dengan perubahan drastic sivia.
“ini elo vi?” Tanya ngel masih gak percaya
“happy birthday ngel nie kadonya” via malah
mengucapan selamat ultah dan memberikan kadonya pada angel
“oh makasih vi” angel mengucapkan terima
kasih pada sivia.
Sivia mondar mandin mencari sosok pria yg
ia tunggu2 yap siapa lagi kalo bukan Gabriel. Sebelum melihat Gabriel sivia
bertemu sahabt2nya di eskul basket. Sahabat2nya pada kaget melihat penampilan
sivia yg begitu cantik mala mini. Sivia memakai gaun berwarna putih sellutut
dengan rambut yg di hiasi bunga2 lalu tak lupa tas dan sepatu putih yg menambah
sivia semakin cantik. Malam ini sivia terlihat seperti putrid yg datang dari
kayangan dengan pakaian serba putih. Setelah via mengobrol dengan sahabat2’a.
via terus mencari Gabriel. Sampai akhirnya mata sivia tertuju ke kolam renang,
di samping kolam renang itu ada Gabriel dan ify yg sedang bermesraan sedang
bepegangan tangan. Sivia sangat kecewa sekali ia menangis sejadi2 nya ia
berlari ke luar dari pesta itu, Gabriel yg mlihat sivia tadi sedang lari
langsung mengejarnya. Diluar hujan begitu deras, sivia tetap berjalan ditemani
rintik2 butiran air dari langit yg membasahi badannya serta melunturkan make up
nya. Sivia terjatuh ia terus menangis, sivia kesal kenapa Gabriel tega
ngelakuin semua ini sama dirinya. Tiba2 datang seorang pria dengan membawakan
paying diatas kepanya via. Siapa lagi kalo bukan Gabriel.
“vi, kamu kenapa, kamu kenapa hujan2an kaya
gini. Liat make up kamu jd luntur. Padahal aku suka lihat kamu malam ini, kamu
begitu cantik vi malam
ini?” Gabriel bertanya2 pada sivia
“apa,,,tega kamu gab ngelakuin ini semua
sama aku, tega kamu gab!” kata sivia yg masih menangis sambil memukuli Gabriel
“apa salah aku vi, apa?” Gabriel bertanya
pada via apa salahnya
“masih nanya kamu, piker aja sendiri” sivia
bangun dan berlari mninggalkan Gabriel sendiri. Gabriel begitu terlihat sangat
kecewa ia memikirkan apa salah dya sama sahabatnya itu. Ia membuang payungnya
lalu membiarkan tubuhnya terbasahi oleh butiran2 air dari langit itu.
Keesokan
harinya di sekolah via melihat Gabriel yg sedang asyik berpacaran dengan ify.
Selama Gabriel jadian sama ify siva menjauh dari Gabriel. Sivia berlari menuju
taman, Gabriel yg melihatnya langsung mengejar via.
“vi, apa salah aku vi. Aku minta maav sama
kamu?” Gabriel meminta maav sama sivia
“pergi kamu gak usah kamu deket2 aku lagi!”
sivia malah mengusir Gabriel
Gabriel pergi meninggalkan sivia sendiri di
taman. Sebelum bel masuk sivia keluar dari sekolh dan berbolos. Dy pergi ke
tempat dulu waktu kecil dimana dya main bersama Gabriel. Sivia pergi ke danau,
sesampai di sana
sivia naik ke atas rumah pohon yg dulu
dya buat bersama Gabriel. dya menghapus ukiran nama “GS_forever” yg ada di
dinding rumah pohon itu. Sivia menghapusnya sambil mengingat dulu waktu sivia
dan Gabriel mengukir nama itu bersama sambil meneteskan air matanya.
Saat pulang sekolah Gabriel pergi ke rumah
sivia.
“sivia…sivia…” panggil Gabriel dari depan
rumahnya.
Mamah sivia pun keluar
“eh kamu Gabriel ada apa sayang?” Tanya
mamah
“ada sivianya gak tante?” Gabriel langsung
menanyakan sivia
“lah bukannya dya sekolah gab?” mamah via
bengong karena Gabriel bilang kalo via gak ada di sekolah
“tapi tadi di sekolah Gabriel gak liat via
tante, pas pagi ketemu tapi gak lama dia gak masuk2 kelas” Gabriel jadi ikut
panik karena via gak ada di rumahnya
“ya sudah nanti tante hubungi vianya” mamah
via terlihat sangat santai tak terlihat panik
“ya udah deh tante saya pulang dulu yah”
Gabriel akhirnya berpamitan untuk pulang
Setelah Gabriel pulang. Mamah via masuk dan
menuju kolam renang, ternyata apa via ada di rumah.
“gimana mah!” Tanya via pada mamahnya
“udah Gabriel udah pulang kok, memang
kenapa kamu gak mau nemuin Gabriel. kamu ada masalah sama Gabriel. gak biasanya
mamah liat kalian berdua kaya gini?” pertanyaan mamah bertubi tubi yg membuat
sivia bingung
“udah mah pokoknya via gak mau nemuin
Gabriel. nanti mamah tau sendiri!” via langsung berlari menuju kamarnya sambil
meneteskan airmata. Sampai di kamar sivia menghadap ke cermin meja riasnya dan
mengacak2 alat make up nya yg ada di meja rias itu
“aaaa Gabriel jahat kenapa kamu tega
ngelakuin ini semua sama aku, kenapa gab??” sivia terus bertanya2 pada dirinya
sendiri. Sivia mengambil lipstick nya dan mencoret di kaca meja riasnya “gue
benci loe Gabriel” itu lah yang sivia tulis di kaca meja riasnya.
Sivia terlihat sangat sakit hati, sivia
mengambil jaket lalu memakai sepatu dan mengambil kunci mobilnya. Sivia pu
pergi ke taman yang dulu dia bermain bersama taman yg terdapat rumah pohon yang
sivia bangun bersama Gabriel. disana sivia menangis sejadi jadinya. Sivia
melemparkan kerikil kerikil batu kecil ke danau yang ada di deket taman itu.
Sampai larut sore sivia masih di sana .
Sivia yang sedangv bersedih sendirian di danaum, tapi Gabriel sekarang sedang
jalan2 bersama kekasihnya ify. Mereka berdua jalan2 ke mall. Ketika mereka
sedang makan di mall itu, tiba2 ify mengeluarkan darah segar dari mulut dan
hidungnya. Ify pun pingsan. Gabriel yang melihat ify langsung mengangkat tubuh
ify dan membawanya kerumah sakit. Sampi di rumah sakit ify segera ditangani
dokter dan suster. Keluarga ify pun datang menghampiri Gabriel yang sedang
menangis di dekat ruang UGD. 1 jam berlalu dokter keluar dengan wajah yang tak
enak di lihat.
“bagai mana dok keadaan anak saya?” Tanya
papah ify yang terlihat sangat cemas
“(dokter hanya bisa terdiam)”
“kenapa dokter diam, apa yang terjadi sama
anak saya?” kali ini mamah ify yang bertanya pada dokter dengan wajah yang
penuh dengan air mata
“maav pak bu, saya sudah berusaha
semaksimal mungkin tapi putrid bapak tidak dapat tertolong! Permisi” dookter
meninggalkan mamah dan papah ify. Terlihat raut wajah orang tua ify yang begitu
sedih atas jepergian anak semata wayangnya itu. Gabriel pun langsung ikut
menangis sejadi2 nya. Jenazah ify langsung di bawa ke rumah ify. Gabriel
terlihat sangat kehilangan. Ia terus berada di samping jenazah ify sambil
menangis.
Keesokan
nya jenazah ify akan dimakam kan .
Gabriel dan juga sivia datang ke pemakaman jenazah ify. Sivia yang ternyata
sudah baikan sama Gabriel terus menenangkan Gabriel. semenjak kepergian ify
Gabriel di sekolah terlihat sangat murung, ia tak ada semangat seperti dulu
lagi.
“gab, udah dong janga kaya gini terus. Kamu
harus semangat, kalo kamu kaya gini terus ify di alam sana gak akan bahagia melihat kamu kaya gini”
sivia menenangkat Gabriel dan berusaha membuat Gabriel menjasi seperti dulu
lagi, Gabriel yang selalu ceria.
“ia vi, kamu bener aku gak boleh kaya gini
aku harus semangat, aku gak mau buat ify gak tenang di alam sana kali lihat aku kaya gini, makasih ya fy
udah bisa semangatin aku lagi” akhirnya Gabriel sadar akan semua itu, Gabriel
memeluk sivia seerat2nya.
“gab,,gab,,,” sivia memanggil2 gabriel yg
terus memeluk sivia
“kenapa?” Gabriel melepakan tangannya dari
pelukan sivia
“kamu tuh ya, seneng boleh tapi jangan
siksa aku donk. Sakit tau..uhukk uhukk…” ternyata sivia sangat kesakitan saat
Gabriel memeluknya
“hehehehe..maav deh” Gabriel malah ketawa2
“udah yuk pulang” ajak Gabriel
“mereka pun pulang da. Sampai di rumah
sivia masih keingetan sama kejadian dulu. Tanpa berganti baju sivia langsung
pergi entah kemana. Namun mamah via tau kemana via akan pergi. Mamah via
menelfon Gabriel agar datang ke rumahnya. Tanpa lama2 gabriel datang ke rumah
via.
“permisi, ada apa tante panggil saya
kesini?” Tanya Gabriel langsung pada mamah via
“sini kamu ikut tante?” mamah via menarik
tangan Gabriel ke kamar sivia
Sampai di kamar sivia, mamah via
memberitahukan semuanya tentang sivia. Mamah via memberikan buku diary sivia,
Gabriel membaca semuanya sampai habis. Lalu mamh sivia memberikan sebuah boneka
teddy bear ke Gabriel.
“ini gab, tadi tante temukan ini di halaman
rumah belakang!” kata mamah via memberikan boneka itu
Gabriel mengambilnya. Dan mengingatkan
tentang boneka itu.
“ia tante ini boneka waktu dulu kecil aku
kasih ke sivia.
“sebenernya sivia itu suka sama kamu gab,
dulu waktu ke acara ultahnya angel. sivia berdandan cantik seperti itu hanya
untuk kamu gab. tapi semua itu ternyata sia sia. Tante jga bingung. Tapi
setelah tante baca diary sivia. Sekarang tante ngerti” jelas mamah via panjang
lebar.
‘apa via suka sama aku’ batin Gabriel
Setelah semua selesai Gabriel langsung
pamit pulang. Sampai di rumah Gabriel cerita sama mamahnya.
“mah aku bingung sama sivia?” awal cerita
Gabriel pada mamahnya
“memang kenapa sivia?” Tanya mamahnya
langsung
“mamahnya sivia bilang kalo ivia suka sama
kau, tapi ini semua gak mungkin mah. Aku kan
sama dia hanya sahabatan” jelas Gabriel
“semuanya gak ada yg gak mingkin sayang,
mamah udah tau kok kalo sivia suka sama kamu!” jawab mamah Gabriel
“kalo gitu Cuma aku aja dong yang gak tau
itu semua” Gabriel jadi tambah bingung
“mungkin, kamu denger yah sayang. Rasa suka
atau cinta itu gak harus datang dari pertama kali kita lihat dya. Tapi cinta
atau rasa sayang juga bisa datang dari persahabatan. Mungkin karena sivia tahu
banyak tentang sifat kamu jadi sivia suka sama kamu. Udah kalo memang kamu juga
suka sama dia kenapa kamu gak nyatakan aja perasaan mu sama dia. Mamah setuju
kok kalau kamu sama via pacaran. Lagian kankamu habis ditinggal ify, apa
salahnya kan
ayo kamu fakir dulul” mamah Gabriel menyetujui kalo Gabriel jadian sama sivia
‘apa betul yah..aku coba deh..’ batin
Gabriel dalam hati
Sore harinya Gabriel datang kerumah via.
Terlihat sivia yang sedang melamun di samping kolam renang. Gabriel yang
membawa boneka teddy bear itu melambai2kan boneka itu dari atas kepala via ke
depan muka via. (tau kan
gimana) sivia yang melihatnya langsung mengambil dan nengok ke belakang.
Gabriel langsung duduk di disamping via.
“ngapain kamu kesini?” Tanya via jutek
“tenang dulu dong vi, aku minta maav kalo
aku harus tau semua ini sekarang” jelas Gabriel
“maksudnya?” sivia bingung sama apa yang
Gabriel jelaskan.
“ihh dengerin dulu dong kan belum selesai..”
“iaia aku dengerin”
“ya aku baru tahu kalo sebenernya kamu
s…u.. suu…suka sama aku. Kamu dandan cantik waktu ke ultahnya angel itu Cuma
buat aku, aku baru tau itu semua sekarang vi, aku minta maav. Mau kan kamu maavin aku?”
kata Gabriel
“ihh siapa juga yang suka sama cowok kaya
kamu GR?” kata sivia jutek
“bener nie, ya udah deh kalo gitu
perjuangan aku sia sia hari ini. Aku pulang aja!” Gabriel berdiri dan melangkah
kan kakinya
menuju pintu keluar.
“Gabriel tunggu …” sivia langsung memanggil
Gabriel
“ia aku jujur aku emang suka sama kamu aku dandan
cantik waktu ultah angel itu semua buat kamu” sivia jawab sejujur-jujurnya
Gabriel yang denger semua itu langsung
balik badan dan menghampiri sivia lagi.
Gabriel memegang kedua tangan sivia.
“kalo gitu kamu mau kan jadi pacar aku?” tanpa lama-lama Gabriel
langsung mengungkapkan perasaannya pada sivia
“gak ahh…” jawab sivia ngaco
“kok gak?” Gabriel terlihat lesu
“belum selesai gab!”
“ya udah lanjutin”
“aku gak mau kalo harus nolak kamu!” kata
sivi sambil tersenyum manis lalu melepaskan genggamannya dan berlari. Mereka
pun jadi saling kejar2an.
“ehh awas kamu yah…” Gabriel mengejar
sivia. Pas di sebuah pohon sivia tertangkap lalu di peluk oleh Gabriel.
“makasih ya vi udah mau jadi pacar aku?”
kata Gabriel
“ia iel sama2…”
“ehemmmm” kata mamah via yang melihat
tingkah anaknya itu
“eh mamah” sivia kaget
“tante..” begitu juga dengan Gabriel
“nah gitu dong, selamat yah buat kalian
berdua, mamah pergi dulu deh takut ganggu” mamah via mengucapkan selamat pada
anaknya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
“hahaha makasih mamah” jawab sivia
“makasih tante” jawab Gabriel yng merangkul
sivia
Mereka pun bersenang2 lagi. Akhirnya sivia
dan Gabriel menjalani hubungan status BERPACARAN J
_THE
END_
gue ngira bakal nyesek ehh happy ending ternyata.. oke ini nice cerpen..
BalasHapusNumpang promo, jangan lupa juga untuk berkunjung ke blog gue.
obat kista tradisional.
obat pelangsing herbal.
thanks before sis..