Di pagi hari yg cerah matahari memancarkan
sinar nya, serta ditemani iringi kicauan burung-burung yang sedang berterbang
kesana kemari. Seorang cewek berpakaian seragam putih abu-abu sedang menunggu
bus di sebuah hatle bus dekat komplek rumah. nya. 20 menit berlalu cewek itu masih menunggu
bus yang belum juga datang.
“mana sih bus nya, kalo gini caranya gue
bisa telat aduhh !!!” cewek itu terlihat sangat gelisah sambil mondar mandir
menunggu bus yg belum juga datang. Cewek itu masih melihat jam tangan’a sembari
duduk dengan mimic wajah yg sangat gelisah. Akhirnya bus itu pun datang. “nah
itu dia bus nya, masih ada waktu 15 menit lagi buat nyampe di sekolah” cewek
itu bangun dari duduknya dan melihat jam tangannya. Bus makin mendekat keaarah
halte cewe itu segera menaiki bus dengan tergesa-gesa. Dalam bus cewe itu terus
melihat jam tangannya sembari berdiri karena gak dapet tempat duduk. “aduh 10
menit lagi. Mampus gue” ketus sic ewe dalam hati sambil menepuk jidatnya. Tak
lama kemudian bus berhenti di halte depan sekolah nya, cewek itu turun dari bus
lagi-lagi ia melihat jam tangannya “aaaaaa 5 menit lagi mampus mampus..ayyo
sivia lari” teriak sic cewek yg ternyata bernama sivia itu. Segera ia menyebrang
jalan dan berlari menuju koridor sekolah sambil memegang buku yang tak sempat
ia masukkan ke dalam tas nya. Sivia terus lari hingga saat di pertigaan arah “Bruk”
sivia bertabrakan dengan seorang cowok dari arah ruang guru yg ada di belokan sebelah
kiri. Sontak sivia terjatuh, buku buku yang sivia bawa berserakan di lantai
koridor tersebut. Cowok itu segera bangun dari jatuh nya dan membereskan buku buku
buku yg sivia bawa yg berserakan.
“auwwww” rintih sivia sambil memegangi
bokong nya yg sangat sakit. “sorry sorry, sini gue Bantu!” cowok itu
mengulurkan tangannya kearah sivia terjatuh, sivia mengulurkan tangannya juga
ke tangan cowo itu. Sivia sudah bangun dari jatuhnya namun masih terlihat
kesakitan tangannya lagi lagi memegangi bokongnya yg begitu sangat sakit. “sakit
yah sorry yah, oh ya ini buku2 loe!” cowok itu masih memegangi tangan sivia sambil
memberikan buku-buku milik sivia. “ia nie sakit banget, BDW tq yah. untung loe
tanggung jawab oh ya sini buku gue. Kalo gitu gue duluan yah udah telat!” sivia
mengambil buku nya yg ada di tangan si cowok lalu meninggalkan cowok itu sambil
berjalan berjingkrak karna bokong yg masih sakit. Sesampai di kelas sivia
langsung menaruh buku dan tas nya di atas meja lalu ia duduk di kursinya. “awwww..anjrittt…”
rintih nya lagi karna sakit tak kuat untuk duduk. Seseorang yg ada di depan
sivia menoleh kearah bangku sivia “kenapa loe vi?” Tanya seorang cewek yg duduk
di depan sivia dan menoleh kearah sivia. “tadi gue di tabrak ma cowok. untung
tuh cowok tanggung jawab. Kalo engga gue gamparin tuh cowok” sivia cerita ke
cewe itu sambil tangan masih memegangi bokong nya yg sakit. “wkwkwkkw” cewe itu
yg ternyata sahabat sivia malah ketawa geli. “weh jee kok loe malah ketawa sih
shill!! Ahh bodo lah ?” sivia jadi kesel sama shilla sahabatnya karna malah
nertawain dya. Sivia melipat tangannya di atas meja dan memanyunkan bibirnya.
Shilla yg melihat sahabatnya jadi kesel sama dirinya langsung merayu sivia.
Shilla mencolek dagu sivia jail “jia elah loe siv, gue cuma bercanda kali.
Jangan marah gitu napa vi? Manyun segala lagi, Udah jelek tambah jelek dah
loe?wkwkwkkw?” shilla malah ngeledek sivia lagi. Sivia makin kesel sama shilla “ish
ngeselin loe, loe tuh yg jelek tambah jelek” sivia balik mengatai shilla sambil
raut wajah yg kesel. Shilla menjawab ledekan sivia tak mau kalah “ye kalo gue
jelek tambah jelek kenapa cakka suka sama gue! Hayo “ shilla gak kalah membuat
via bingung. Wajah sivia terlihat bingung “ya itu sih si cakka nya aja katarak!
Kalo gak hoki loe kali” svia malah garuk-garuk kepalanya yg gak gatel. Shilla
mengacak2 rambut sivia “huuu via ngaco. Udah ahh capek. Eh bu uchi udah datang
tuh” shilla yg lihat bu uchi sedang berjalan menuju kelas nya langsung duduk
kembali ke tempat nya bersama kekasihnya cakka. Ahh elah u mah shill gak usah
make ngacak2 rambut gue napa sih. Jadi berantakan tuh” gerutu sivia sambil
membenarkan rambutnya yg berantakan. Shilla nunjuk kearah bu uchi berjalan “eh
liat deh bu uchi sama siapa tuh? di belakangnya ada cowok ganteng banget gile”
ucapan shilla sudah membuat cakka terlihat cemburu. Cakka melipat2 mukanya. Sivia
yg melihat muka cakka dilipet2 langsung ngeledekin cakka “napa loe ka, cie
cakka cemburu. Shill caka cemburu tuh!”sivia menyadari lamunan shilla yg lagi
liatin cowok ganteng bersama bu uchi itu. Shilla yg sadar mengalihkan
pandangannya kearah cakka sambil senyum2 gak jelas “eh..hehehe sorry deh kaa.
Jangan cemberut napa jelek tau. Tenang aja kaa gue gak bakalan pindah kelain
hati kok? Gue bkalan setia sama loe ?” kata shilla yg membuat cakka jadi senyam
senyum gaje. “ehemm” sivia yg duduk di belakang mereka mengisyaratkan ke mereka
untuk diam. bu uchi udah masuk ke kelas bersama cowok baru itu. Bu uchi berdiri
di depan ruang kelas “anak2 kali ini kalian kedatangan murid baru, silahkan
Gabriel kamu perkenalkan diri mu pada teman2 baru mu!” bu uchi menyuruh anak baru
itu untuk memperkenalkan dirinya pada teman2 barunya. Cowo itu maju dan
mengenalkan dirinya “hy teman2 nama gue Gabriel Stevent Damanik, gue pindahan
dari Batam. Semoga kalian semua bisa menerima gue di kelas ini, makasih” cowok
itu selesai mengenalkan dirinya dan di akhiri dengan senyumannya yg manis. Bu
uchi langsung menyuruh gabriel duduk “baiklah kalo gitu Gabriel kamu duduk di
samping sivia” bu uchi menunjuk bangku yg ada di sebelah via yg akan ditempati
gabriel untuk duduk. Sivia yg mendengar’a jadi kaget. ‘apa duduk di samping
gue’ batin sivia. Tanpa banyak ba bi bu Gabriel jalan menuju kursi yg sudah di
perintahkan bu uchi. Gabriel yg sudah duduk, melihat teman di sebelahnya itu
ternyata cewe yg tadi tak sengaja ia tabrak di koridor “hy ketemu lagi kita,
gimana masih sakit gak?” kata Gabriel penuh rasa perhatian. Sivia yg lagi
ngelamun tiba2 sadar “eh,udah engga kok!” jawab via sambil tersenyum. “oh ya
kenalin gue Gabriel” Gabriel mengulurkan tangan nya ke hadapan sivia. “udah tau
kok, hehe gue sivia” sivia membalas uluran tangannya ke hadapan Gabriel. mereka
puun saling berjabatan tangan. Cakka yg merasa keganggu dengan temannya di
belakang, langsung menoleh ke belakang dan mengisyaratkan untuk diam dengan
menaruh jari telunjuknya di bibirnya “syutt berisik tau bakpia!” ledek cakka
pada sivia yg sedang asyik berkenalan dengan Gabriel. sivia yg merasa di ledeki
balik meledeki cakka “apa sih loe dasar cicak” balas sivia dengan ledekannya. Gabriel
yg melihat tingkah temen barunya itu hanya bisa menahan ketawa.
Beberapa jam kemudian bel istirahat
berbunyi. Seperti biasa cakka, shilla, dan sivia selalu bersama ketika bel
istirahat ke kantin bareng. Ketika mereka bangun dari duduk nya di kelas, cakka
melihat Gabriel yg hanya diam di kelas sambil membaca buku. Dengan sigap cakka
mengajak Gabriel pergi bersama ke kantin dan akhirnya dengan senang hati
Gabriel ikut mereka bertiga. Sesampai di kantin mereka ber 4 duduk di meja
dekat yg jualan bakso. Cakka dan shilla duduk besampingan dan Gabriel
bersampingan dengan sivia.
Penasaran sama gimana kelanjutannya saat di
kantin ???
Tunggu kelanjutannya yah…
Besok pasti aku post lagi janji deh…
Tapi jangan lupa coment oke…
Jangan lupa yah baca terus yg ok bubay guys… :D
Mengejar Cinta Sivia (Part 1)









.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




















































