Kamis, 23 Februari 2012

Mengejar Cinta Sivia (Part 1)



Di pagi hari yg cerah matahari memancarkan sinar nya, serta ditemani iringi kicauan burung-burung yang sedang berterbang kesana kemari. Seorang cewek berpakaian seragam putih abu-abu sedang menunggu bus di sebuah hatle bus dekat komplek rumah.  nya. 20 menit berlalu cewek itu masih menunggu bus yang belum juga datang.
“mana sih bus nya, kalo gini caranya gue bisa telat aduhh !!!” cewek itu terlihat sangat gelisah sambil mondar mandir menunggu bus yg belum juga datang. Cewek itu masih melihat jam tangan’a sembari duduk dengan mimic wajah yg sangat gelisah. Akhirnya bus itu pun datang. “nah itu dia bus nya, masih ada waktu 15 menit lagi buat nyampe di sekolah” cewek itu bangun dari duduknya dan melihat jam tangannya. Bus makin mendekat keaarah halte cewe itu segera menaiki bus dengan tergesa-gesa. Dalam bus cewe itu terus melihat jam tangannya sembari berdiri karena gak dapet tempat duduk. “aduh 10 menit lagi. Mampus gue” ketus sic ewe dalam hati sambil menepuk jidatnya. Tak lama kemudian bus berhenti di halte depan sekolah nya, cewek itu turun dari bus lagi-lagi ia melihat jam tangannya “aaaaaa 5 menit lagi mampus mampus..ayyo sivia lari” teriak sic cewek yg ternyata bernama sivia itu. Segera ia menyebrang jalan dan berlari menuju koridor sekolah sambil memegang buku yang tak sempat ia masukkan ke dalam tas nya. Sivia terus lari hingga saat di pertigaan arah “Bruk” sivia bertabrakan dengan seorang cowok dari arah ruang guru yg ada di belokan sebelah kiri. Sontak sivia terjatuh, buku buku yang sivia bawa berserakan di lantai koridor tersebut. Cowok itu segera bangun dari jatuh nya dan membereskan buku buku buku yg sivia bawa yg berserakan.
“auwwww” rintih sivia sambil memegangi bokong nya yg sangat sakit. “sorry sorry, sini gue Bantu!” cowok itu mengulurkan tangannya kearah sivia terjatuh, sivia mengulurkan tangannya juga ke tangan cowo itu. Sivia sudah bangun dari jatuhnya namun masih terlihat kesakitan tangannya lagi lagi memegangi bokongnya yg begitu sangat sakit. “sakit yah sorry yah, oh ya ini buku2 loe!” cowok itu masih memegangi tangan sivia sambil memberikan buku-buku milik sivia. “ia nie sakit banget, BDW tq yah. untung loe tanggung jawab oh ya sini buku gue. Kalo gitu gue duluan yah udah telat!” sivia mengambil buku nya yg ada di tangan si cowok lalu meninggalkan cowok itu sambil berjalan berjingkrak karna bokong yg masih sakit. Sesampai di kelas sivia langsung menaruh buku dan tas nya di atas meja lalu ia duduk di kursinya. “awwww..anjrittt…” rintih nya lagi karna sakit tak kuat untuk duduk. Seseorang yg ada di depan sivia menoleh kearah bangku sivia “kenapa loe vi?” Tanya seorang cewek yg duduk di depan sivia dan menoleh kearah sivia. “tadi gue di tabrak ma cowok. untung tuh cowok tanggung jawab. Kalo engga gue gamparin tuh cowok” sivia cerita ke cewe itu sambil tangan masih memegangi bokong nya yg sakit. “wkwkwkkw” cewe itu yg ternyata sahabat sivia malah ketawa geli. “weh jee kok loe malah ketawa sih shill!! Ahh bodo lah ?” sivia jadi kesel sama shilla sahabatnya karna malah nertawain dya. Sivia melipat tangannya di atas meja dan memanyunkan bibirnya. Shilla yg melihat sahabatnya jadi kesel sama dirinya langsung merayu sivia. Shilla mencolek dagu sivia jail “jia elah loe siv, gue cuma bercanda kali. Jangan marah gitu napa vi? Manyun segala lagi, Udah jelek tambah jelek dah loe?wkwkwkkw?” shilla malah ngeledek sivia lagi. Sivia makin kesel sama shilla “ish ngeselin loe, loe tuh yg jelek tambah jelek” sivia balik mengatai shilla sambil raut wajah yg kesel. Shilla menjawab ledekan sivia tak mau kalah “ye kalo gue jelek tambah jelek kenapa cakka suka sama gue! Hayo “ shilla gak kalah membuat via bingung. Wajah sivia terlihat bingung “ya itu sih si cakka nya aja katarak! Kalo gak hoki loe kali” svia malah garuk-garuk kepalanya yg gak gatel. Shilla mengacak2 rambut sivia “huuu via ngaco. Udah ahh capek. Eh bu uchi udah datang tuh” shilla yg lihat bu uchi sedang berjalan menuju kelas nya langsung duduk kembali ke tempat nya bersama kekasihnya cakka. Ahh elah u mah shill gak usah make ngacak2 rambut gue napa sih. Jadi berantakan tuh” gerutu sivia sambil membenarkan rambutnya yg berantakan. Shilla nunjuk kearah bu uchi berjalan “eh liat deh bu uchi sama siapa tuh? di belakangnya ada cowok ganteng banget gile” ucapan shilla sudah membuat cakka terlihat cemburu. Cakka melipat2 mukanya. Sivia yg melihat muka cakka dilipet2 langsung ngeledekin cakka “napa loe ka, cie cakka cemburu. Shill caka cemburu tuh!”sivia menyadari lamunan shilla yg lagi liatin cowok ganteng bersama bu uchi itu. Shilla yg sadar mengalihkan pandangannya kearah cakka sambil senyum2 gak jelas “eh..hehehe sorry deh kaa. Jangan cemberut napa jelek tau. Tenang aja kaa gue gak bakalan pindah kelain hati kok? Gue bkalan setia sama loe ?” kata shilla yg membuat cakka jadi senyam senyum gaje. “ehemm” sivia yg duduk di belakang mereka mengisyaratkan ke mereka untuk diam. bu uchi udah masuk ke kelas bersama cowok baru itu. Bu uchi berdiri di depan ruang kelas “anak2 kali ini kalian kedatangan murid baru, silahkan Gabriel kamu perkenalkan diri mu pada teman2 baru mu!” bu uchi menyuruh anak baru itu untuk memperkenalkan dirinya pada teman2 barunya. Cowo itu maju dan mengenalkan dirinya “hy teman2 nama gue Gabriel Stevent Damanik, gue pindahan dari Batam. Semoga kalian semua bisa menerima gue di kelas ini, makasih” cowok itu selesai mengenalkan dirinya dan di akhiri dengan senyumannya yg manis. Bu uchi langsung menyuruh gabriel duduk “baiklah kalo gitu Gabriel kamu duduk di samping sivia” bu uchi menunjuk bangku yg ada di sebelah via yg akan ditempati gabriel untuk duduk. Sivia yg mendengar’a jadi kaget. ‘apa duduk di samping gue’ batin sivia. Tanpa banyak ba bi bu Gabriel jalan menuju kursi yg sudah di perintahkan bu uchi. Gabriel yg sudah duduk, melihat teman di sebelahnya itu ternyata cewe yg tadi tak sengaja ia tabrak di koridor “hy ketemu lagi kita, gimana masih sakit gak?” kata Gabriel penuh rasa perhatian. Sivia yg lagi ngelamun tiba2 sadar “eh,udah engga kok!” jawab via sambil tersenyum. “oh ya kenalin gue Gabriel” Gabriel mengulurkan tangan nya ke hadapan sivia. “udah tau kok, hehe gue sivia” sivia membalas uluran tangannya ke hadapan Gabriel. mereka puun saling berjabatan tangan. Cakka yg merasa keganggu dengan temannya di belakang, langsung menoleh ke belakang dan mengisyaratkan untuk diam dengan menaruh jari telunjuknya di bibirnya “syutt berisik tau bakpia!” ledek cakka pada sivia yg sedang asyik berkenalan dengan Gabriel. sivia yg merasa di ledeki balik meledeki cakka “apa sih loe dasar cicak” balas sivia dengan ledekannya. Gabriel yg melihat tingkah temen barunya itu hanya bisa menahan ketawa.
Beberapa jam kemudian bel istirahat berbunyi. Seperti biasa cakka, shilla, dan sivia selalu bersama ketika bel istirahat ke kantin bareng. Ketika mereka bangun dari duduk nya di kelas, cakka melihat Gabriel yg hanya diam di kelas sambil membaca buku. Dengan sigap cakka mengajak Gabriel pergi bersama ke kantin dan akhirnya dengan senang hati Gabriel ikut mereka bertiga. Sesampai di kantin mereka ber 4 duduk di meja dekat yg jualan bakso. Cakka dan shilla duduk besampingan dan Gabriel bersampingan dengan sivia.

Penasaran sama gimana kelanjutannya saat di kantin ???

Tunggu kelanjutannya yah…
Besok pasti aku post lagi janji deh…
Tapi jangan lupa coment oke…
Jangan lupa yah baca terus yg ok bubay guys… :D

0 comments:

Posting Komentar